TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan akan menyalurkan bantuan sebanyak 25 ekor sapi kepada kelompok-kelompok ternak yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan budidaya sapi di daerah tersebut.

“Untuk ternak, kita akan ada bantuan sapi. Sementara ini kami mengarahkan ke Trans Siong Kecamatan Paju Epat. Kemudian kalau bisa juga kita arahkan ke Kecamatan Paku, tepatnya di Desa Luau Jawuk,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Abianhin, di Tamiang Layang, Selasa, 22 April 2025.

Ia menjelaskan, bantuan 25 ekor sapi tersebut akan dibagi untuk lima kelompok ternak. Masing-masing kelompok akan menerima lima ekor sapi, dengan rincian empat ekor betina dan satu ekor pejantan. Namun, pembagian tersebut masih menunggu hasil verifikasi kelayakan kelompok.

“Kalau nanti hasil verifikasi kelompok yang memenuhi syarat tidak mencapai lima kelompok, maka kami akan mengurangi jumlah kelompoknya. Biar lebih banyak yang diterima setiap kelompok,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa bantuan ini ditujukan kepada kelompok yang benar-benar serius ingin mengembangkan usaha ternaknya. 

“Yang penting sesuai dengan keinginan pemerintah, budidaya tersebut berkembang dan sukses. Artinya mereka yang diberikan bantuan adalah yang betul-betul memiliki keinginan untuk berkembang dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Abianhin juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap peredaran ternak yang masuk ke wilayah Barito Timur. Salah satunya dengan tetap mengaktifkan pos lintas ternak di Kelurahan Taniran. Di samping itu, pengobatan hewan ternak juga digalakkan melalui Puskeswan Tamiang Layang dan Ampah.

“Jadi masyarakat yang memiliki hewan ternak yang sakit bisa dibawa ke Puskeswan. Namun, mulai tahun ini pengobatan tidak lagi gratis karena sudah ada dasar aturan untuk memungut PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kecuali jika terjadi wabah yang ditangani dengan pengobatan massal, itu tetap digratiskan,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)