BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah menerima laporan yang diduga kasus campak. Maka dari itu, pihaknya saat ini sedang menyelidiki terhadap dugaan adanya kasus campak di Kecamatan Arut Utara.
Kepala Dinkes Kobar, Achmad Rois menyampaikan, bahwa tim surveilans bidang pencegahan dan pengendalian penyakit melakukan penyelidikan epidemiologi bersama tim Puskesmas Arut Utara di Desa Sukarami, Kecamatan Arut Utara pada Kamis, 10 April lalu.
"Kita kemaren sudah melakukan penyelidikan epidemiologi artinya mulai dari faktor resikonya, deskriptif kasusnya dan akan dilengkapi dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang apakah kasus ini benar-benar campak atau diferensial diagnosis penyakit yang lain," ujarnya, Rabu, 23 April 2025.
Ia mengatakan, saat ini Dinkes Kobar bersama tim surveilans serta tim Puskesmas Arut Utara sudah menyimpan data terkait siapa saja yang memiliki gejala dan sekarang masih dalam tahap penyelidikan kasus yang terduga penyakit campak.
"Kita juga sudah melakukan pembatasan-pembatasan tertentu, seperti promosi kesehatan, melakukan upaya perbaikan gizi melalui suatu penyuluhan di tingkat keluarga dan pengobatan gejala-gejala yang ada di fasilitas kesehatan," kata Achmad Rois.
Jika hasil penyelidikan epidemiologi kasus campak telah keluar, maka pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut dengan melakukan pencegahan dan pengendalian penularan dari penyakit campak di Kabupaten Kotawaringin Barat. (NURITA/H)









