PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Brigjen Pol Rakhmad Setyadi, melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) psikologi dalam seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun 2025 di Panda Kalimantan Tengah (Kalteng).

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polda Kalteng untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi maupun kecurangan.

Kehadiran Wakapolda dalam proses pemantauan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Kalteng dalam menerapkan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) dalam setiap proses rekrutmen anggota Polri.

Pemantauan tersebut meliputi seluruh aspek pelaksanaan tes, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pengolahan data hasil tes psikologi.

"Tujuannya untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan bebas dari intervensi maupun kecurangan," tegas Brigjen Pol Rakhmad Setyadi, Jumat, 25 April 2025.

Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan dapat meminimalisir potensi kecurangan dan memastikan hanya calon Bintara Polri yang memenuhi kriteria yang dapat melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

Proses seleksi penerimaan Bintara Polri melibatkan berbagai unsur pengawas, baik dari internal maupun eksternal.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan proses seleksi yang adil dan akuntabel, serta memberikan jaminan kepada seluruh peserta dan masyarakat bahwa seleksi dilakukan secara transparan dan bebas dari intervensi pihak manapun.

Kehadiran pengawas dari berbagai unsur ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peserta seleksi. Dengan demikian, para peserta dapat fokus pada tes dan menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa merasa terbebani oleh tekanan atau kekhawatiran akan adanya kecurangan.

Polda Kalteng berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam setiap proses rekrutmen.

Melalui pengawasan yang ketat dan penerapan prinsip BETAH, Polda Kalteng berupaya untuk mendapatkan calon Bintara Polri yang berkualitas, berintegritas, dan mampu menjalankan tugas kepolisian dengan baik.

"Proses seleksi yang transparan dan akuntabel ini diharapkan dapat menghasilkan anggota Polri yang profesional dan dapat diandalkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/j)