BORNEONEWS, Nanga Bulik - Wakil Bupati Kabupaten Lamandau, Abdul Hamid menyebut bahwa keterlibatan lintas sektor menjadi kunci sukses pencegahan stunting di daerah setempat.
Hal itu disampaikan Wabup, saat memimpin acara rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Audit Kasus Stunting (AKS) tingkat Kabupaten Lamandau di Aula Setda Kabupaten Lamandau.
Ia menjelaskan, untuk mencapai hasil yang optimal, pihaknya telah menyusun strategi percepatan penurunan stunting, sebagai acuan bagi semua sektor terkait di lingkungan Pemkab Lamandau dalam melakukan percepatan pencegahan stunting.
“Program percepatan pencegahan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan,” jelasnya di Nanga Bulik, Jumat, 25 April 2025.
Penyelenggaraan intervensi secara konvergensi, sebut dia, melibatkan lintas sektor merupakan kunci keberhasilan pencegahan stunting. Pelaksanaannya perlu dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama.
Ada delapan aksi dalam konvergensi percepatan penurunan stunting, yakni analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan bupati tentang peran desa, pembinaan kader KPM, sistem manajemen data (validasi stunting), pengukuran dan publikasi stunting, hingga peninjauan kinerja tahunan. (din/j)









