PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau PKS 3 Pihak Gelombang IV Penyaluran Dana Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR dari Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP turut melibatkan beberapa Lembaga Perbankan Nasional dan Daerah. Mitra perbankan yang hadir dalam acara ini antara lain PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk., PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk., serta sejumlah Bank Pembangunan Daerah, seperti Bank Jambi, Bank Aceh Syariah, dan Bank Riau Kepri Syariah. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata dukungan terhadap kelancaran program ini.

Peran lembaga perbankan sangat penting dalam proses penyaluran dana PSR, karena mereka menjadi penghubung antara BPDP dan pekebun. Melalui kerja sama ini, BPDP memastikan bahwa dana yang dialokasikan dapat tepat sasaran serta memberikan dampak yang positif bagi pekebun kelapa sawit rakyat di berbagai daerah. Kolaborasi dengan perbankan juga bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan program.

Dalam acara tersebut, BPDP juga mengundang sebanyak 13 Lembaga Pekebun dari beberapa provinsi di Indonesia. Lembaga pekebun yang hadir antara lain berasal dari Provinsi Aceh sebanyak 7 lembaga, Provinsi Sumatera Utara sebanyak 1 lembaga, Provinsi Riau sebanyak 2 lembaga, Provinsi Jambi sebanyak 2 lembaga, dan Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 1 lembaga. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme terhadap program ini.

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) memang menjadi perhatian utama BPDP, terutama dalam membantu pekebun yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan produktivitas. Dengan adanya sinergi antara BPDP, lembaga perbankan, dan lembaga pekebun, diharapkan tujuan program ini dapat tercapai dengan baik. PSR di Gelombang IV tahun 2025 ini merupakan kelanjutan dari gelombang sebelumnya, dengan semangat memperluas manfaat program.

Direktur Penghimpunan Dana BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak yang terlibat.

"Kami berharap bahwa program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas sawit rakyat, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah-daerah yang menjadi sasaran program. Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan program ini berjalan optimal," kata Normansyah pada Sabtu, 26 April 2025.

Acara Penandatanganan PKS Gelombang IV ini menjadi momentum penting dalam perjalanan program PSR. Dengan dukungan dari lembaga perbankan dan lembaga pekebun, BPDP optimistis bahwa peremajaan sawit rakyat dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.

"Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan komitmen BPDP dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perkebunan kelapa sawit," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)