TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Barito Timur terus menggencarkan perbaikan jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan di wilayah setempat.

Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J Paladuk, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memperbaiki empat jembatan. Selain itu, juga dilakukan peningkatan infrastruktur dengan mengganti beberapa jembatan kecil menjadi box culvert atau gorong-gorong berbentuk kotak.

"Kita prioritaskan memperbaiki jembatan kecil terlebih dahulu. Untuk jembatan besar, diperlukan waktu lebih lama dalam perencanaan serta anggaran yang jauh lebih besar," ujar Yumail di Tamiang Layang, Senin, 28 April 2025.

Menurut Yumail, program perbaikan infrastruktur ini sejalan dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur untuk merealisasikan visi dan misi daerah, yakni mencapai 100 persen jalan dan jembatan layak fungsi dalam lima tahun masa kepemimpinan.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Hewuyanto, merinci empat jembatan yang telah diperbaiki, yakni Jembatan Netampin, Jembatan Murung Baki, Jembatan Wakatitir dan Jembatan Sumber Garunggung. Semua pengerjaan ini menggunakan dana dari Unit Pemeliharaan Rutin (UPR).

"Ke depan, kami juga akan memperbaiki beberapa jembatan lain, seperti jembatan di Runggu Raya dan Kotam, yang rencananya akan menggunakan konstruksi box culvert," terang Hewuyanto.

Ia menjelaskan, untuk jembatan dengan bentang panjang lebih dari enam meter, penggunaan box culvert tidak memungkinkan sehingga diperlukan metode pembangunan berbeda.

Karena keterbatasan dana UPR, Dinas PUPR Perkim mengutamakan perbaikan jembatan yang kondisinya dinilai paling darurat.

Selain menggunakan dana UPR, perbaikan jembatan di Barito Timur juga didukung melalui paket pekerjaan khusus. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan jembatan di Desa Apar Batu, jembatan Hayaping–Janah Jari, serta beberapa titik lainnya, termasuk lokasi yang baru-baru ini menjadi tempat kecelakaan bus.

"Semua ini kami lakukan untuk meningkatkan konektivitas dan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas," pungkas Hewuyanto. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)