SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat dengan menyiapkan lahan seluas 2 hektare di kawasan Jalan Pramuka, Sampit.

Bupati Kotim, Halikinnor, menyatakan pihaknya menyambut baik program ini dan siap memberikan dukungan penuh demi meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

"Kita mendukung penuh sekolah rakyat. Kita mengajukan sementara ini tanah kita di jalan pramuka ada 2 hektare nanti akan kita kembangkan sambil melihat karena ini program baru," ujar Halikinnor, Senin, 28 April 2025.

Meskipun program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif baru, Halikinnor memastikan Pemkab Kotim siap beradaptasi dengan ketentuan yang akan ditetapkan pemerintah pusat.

"Karena ini program baru, kita juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat bagaimana teknisnya. Yang jelas, kita menerima dan mendukung program ini untuk daerah kita," pungkasnya. 

Adapun Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah membangun Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 21 Maret 2025, Presiden mengumumkan pembangunan 200 sekolah berasrama tahun ini, masing-masing untuk seribu siswa tingkat SD, SMP, dan SMA.

Program ini bertujuan bukan hanya menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberdayakan masyarakat miskin, agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki masa depan lebih baik.

Presiden menargetkan 53 sekolah pertama diresmikan dalam tiga bulan ke depan, dengan memanfaatkan gedung-gedung milik Kementerian Sosial yang akan direnovasi.

Dalam lima tahun, Prabowo berharap ada satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten, khususnya di daerah miskin, sebagai bagian dari strategi mempercepat pengentasan kemiskinan. (DEWI PATMALASARI/j)