BORNEONEWS, Sampit - Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Tengah memantau perkembangan program Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur (Kotim).
"Kita ingin melihat perkembangannya seperti apa. Terus kita melihat apakah ada kendala atau tidak," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Tengah Hanik Inayatur Rohmah, Selasa, 11 Agustus 2026.
Lanjutnya, BPKP juga ingin memastikan kondisi anak-anak yang mengikuti program sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Salah satunya adalah memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang lebih baik dari sisi pendidikan dan kehidupan.
"Kemudian sekalian melihat langsung apakah kondisi anak-anak ini sesuai ekspektasi atau tidak, harapannya mereka mendapatkan kesempatan yang lebih baik, terutama di sisi pendidikan. Terus kehidupan yang lebih baik," ujarnya.
Hanik mengatakan fasilitas makan juga menjadi salah satu hal yang dipantau. BPKP ingin memastikan kebutuhan dasar anak-anak yang sebelumnya mungkin tidak mendapatkan pola makan teratur dapat terpenuhi sesuai kriteria yang ditetapkan.
"Misalnya, di sini disediakan makan. Kami juga tadi mengecek makannya seperti apa. Jadi, yang tadinya mungkin dia makan belum tentu sehari sekali, apakah difasilitasi memang layak atau tidak, sesuai dengan kriterianya seperti apa," tambahnya.
Hanik menilai pelaksanaan program sejauh ini cukup baik meski masih dalam proses. Ia melihat adanya perubahan dari sisi keteraturan kehidupan anak-anak. Menurutnya, anak-anak yang ia jumpai juga mulai mendapatkan pengalaman baru dengan kehidupan yang lebih tertata.
"Dari anak-anak juga tadi yang diwawancara juga setidaknya dia mendapatkan hal yang baru yang lebih tertata hidupnya," tuturnya.
Di Sekolah Rakyat, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga dibiasakan menjalani kehidupan yang disiplin dan terjadwal.
Selain pendidikan umum, aspek pendidikan agama juga mulai disiapkan. Hanik mengatakan fasilitas pendidikan agama tidak hanya diperuntukkan bagi siswa beragama Islam, tetapi juga agama lainnya.
"Di samping itu juga sudah disiapkan pendidikan agamanya juga. Tadi saya tanya juga tidak hanya agama Islam, tapi yang agama lain juga difasilitasi," katanya.
Hanik mengatakan program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan pendidikan dalam jangka pendek, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
"Jadi, mereka bisa mendapatkan yang tadinya dia tidak tahu bahwa di luar sana dia punya kesempatan lebih, di sini dia mulai punya cita-cita. Itu yang paling penting," tuturnya.
Ia menyadari hasil pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu singkat. Namun, menurutnya, perubahan harus dimulai sejak sekarang.
"Mungkin kita hanya bisa sekian saat ini, tapi dari sekian ini ke depannya mudah-mudahan bisa menciptakan yang lebih baik lagi ke depannya. Mungkin memang tidak bisa dalam jangka waktu dekat. Kalau pendidikan memang butuh waktu lama, tapi memang harus dimulai. Kapan lagi kalau tidak dari sekarang?" ujarnya.
BPKP, kata Hanik, akan terus melihat pelaksanaan program untuk memastikan apakah program tersebut berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Hanik juga menilai dukungan pimpinan daerah menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Komitmen tersebut diperlukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlakuan yang baik selama mengikuti program Sekolah Rakyat.
"Dukungan Wabup yang menjamin bahwa anak-anak ini di sini diperlakukan dengan baik. Setidaknya komitmen pimpinan itu penting untuk sebuah program agar berhasil," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









