PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rabies masih menjadi tantangan di Kalimantan Tengah. Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Cabang Kalteng, yang diketuai oleh drh Eko Hari Yuwono, terus berupaya meningkatkan edukasi masyarakat.

"Edukasi adalah langkah penting dalam penanganan rabies," kata Eko pada Selasa, 29 April 2025.

Salah satu bentuk edukasi adalah sosialisasi langsung kepada masyarakat tentang bahaya rabies dan cara pencegahannya. PDHI juga mengadakan seminar di berbagai daerah untuk menjelaskan gejala rabies pada hewan peliharaan.

"Kami ingin masyarakat lebih peka terhadap ancaman ini," kata drh Eko.
Program vaksinasi hewan peliharaan juga terus dilakukan. Anjing menjadi fokus utama karena sering kali menjadi pembawa virus rabies.

"Kami berharap setiap hewan peliharaan di Kalimantan Tengah mendapatkan vaksinasi," tambahnya.

Drh Eko menjelaskan pentingnya tindakan pertama setelah gigitan hewan, yaitu mencuci luka dengan air mengalir dan sabun serta mencari vaksin anti-rabies.

--page

"Langkah ini sederhana tetapi sangat efektif," tegasnya.

Rabies Center telah didirikan di beberapa wilayah sebagai pusat informasi dan penanganan rabies. Menurut drh Eko, pusat ini memberikan akses mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan medis.

"Kami ingin memastikan tidak ada korban rabies yang tidak mendapatkan perawatan," katanya.

PDHI Kalteng juga menggandeng relawan untuk membantu dalam distribusi vaksin dan sosialisasi kepada masyarakat di daerah terpencil.

"Kerja sama ini sangat penting untuk mengatasi rabies secara menyeluruh," tutur drh Eko. (TESTI PRISCILLA/Y)