PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Februari 2025 tercatat didominasi oleh hasil industri. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa nilai ekspor hasil industri mencapai US$63,01 juta atau setara dengan 89,16 persen dari total ekspor wilayah tersebut.

"Kontribusi signifikan ini berasal dari beberapa kelompok komoditas utama. Kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, seperti minyak kelapa sawit, menjadi salah satu penyumbang terbesar," kata Agnes pada Rabu, 30 April 2025.

Selain itu, lanjut Agnes, kelompok kayu dan barang dari kayu, seperti kayu olahan dan kayu lapis, juga memberikan andil yang besar dalam ekspor hasil industri.

Kelompok ampas atau sisa industri makanan, seperti bungkil dan residu, menjadi komoditas berikutnya yang menyumbang nilai ekspor yang signifikan.

"Terakhir, berbagai produk kimia, khususnya kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, melengkapi daftar kontribusi utama hasil industri Kalimantan Tengah," terangnya.

Menurut Agnes, pencapaian ini menunjukkan kekuatan sektor industri Kalimantan Tengah dalam menyokong perdagangan luar negeri.

“Hasil industri menjadi penopang utama ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di Kalimantan Tengah,” jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)