LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau Riky Aditya Putra menghadiri pagelaran seni tari tradisional memperingati hari tari sedunia yang berlangsung di Bundaran Rusa, Sabtu malam, 3 Mei 2025.

Bupati Lamandau mengapresiasi kepada sanggar seni Laman Basega dan Budangdara Modeling atas terselenggaranya acara ini, yang menjadi contoh nyata bagaimana ruang-ruang  kreatif untuk generasi muda dapat diwujudkan dengan baik.

Pagelaran ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga merupakan bentuk pelestarian seni dan budaya yang patut didukun secara bersama. Tari adalah warisan luhur yang menyimpan filosofi, nilai moral, dan identitas daerah.

"Melalui seni tari baik tradisional maupun modern, kita belajar menghargai keberagaman dan mempererat kebersamaan. Dapat kita lihat keberagaman seni tari yang ditunjukkan pada acara malam ini, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan nilai seni dan budaya dan kita patut berbangga  dengan nilai seni dan budaya tersebut dan kita wajib untuk menjaga serta melestarikan seni budaya yang menjadi ciri khas Indonesia dan identitas daerah," ucap Rizky dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamandau berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter dan identitas daerah. Karena ia percaya bahwa seni adalah kekuatan lunak (soft power) yang mampu membentuk masyarakat yang beradab, kreatif, dan berdaya saing.

Sementara, dalam kegiata itu turut hadir Sekretaris Daerah M. Irwansya, perwakilan unsur Forkopimda, Ketua TP PKK, Ketua GOW Kab. Lamandau, dan sejumlah pimpinan OPD, dan tamu undangan lainnya. (MUHAIMIN/H)