PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mencatat kenaikan laba bersih sebesar 23,33 persen pada kuartal I 2025, mencapai Rp341,52 miliar dibandingkan periode serupa tahun 2024 yang sebesar Rp276,90 miliar.

Kinerja positif ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang melesat 45,13% menjadi Rp3,65 triliun dari sebelumnya Rp2,51 triliun.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada Senin, 5 Mei 2025, Direktur Utama SSMS, Jap Hartono mengungkapkan bahwa laba kotor perusahaan melonjak 63,68 persen menjadi Rp1,26 triliun dari Rp771,37 miliar tahun sebelumnya.

"Sementara itu, laba usaha meningkat 16,29 persen menjadi Rp628,34 miliar dari Rp540,72 miliar, mencerminkan efisiensi operasional yang semakin optimal," kata Hartono.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan SSMS berasal dari pelanggan pihak ketiga yang menyumbang Rp1,93 triliun atau 52,87 persen dari total pendapatan. Di sisi lain, pendapatan dari pihak berelasi mencapai Rp1,72 triliun. Olam Global Agri Pte Ltd menjadi salah satu pelanggan pihak ketiga terbesar dengan kontribusi Rp800,48 miliar, sementara Borneo Agri Resources International Pte Ltd mencatat transaksi Rp1,65 triliun.

"Dari aspek kelompok usaha, Segmen Minyak dan Lemak Nabati tetap menjadi penyumbang utama dengan total pendapatan Rp3,59 triliun, meningkat dari Rp2,49 triliun pada periode sebelumnya. Segmen Perkebunan juga mengalami pertumbuhan dengan pendapatan Rp65,57 miliar, dibandingkan Rp28,65 miliar pada tahun lalu," tuturnya.

Tak hanya mencetak kinerja keuangan yang positif, saham SSMS juga menunjukkan tren penguatan. Sejak awal Januari 2025 hingga Senin, 5 Mei 2025 saham SSMS telah naik 32,23 perseb dan mencapai harga Rp1.600 per lembar pada pukul 10.47 WIB.

Kinerja SSMS yang impresif di kuartal I 2025 ini mencerminkan strategi bisnis yang efektif serta keberlanjutan pertumbuhan perusahaan di tengah dinamika industri minyak sawit. (TESTI PRISCILLA/H)