PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan di kuartal I 2025 dengan lonjakan 45,13 persen menjadi Rp3,65 triliun dari Rp2,51 triliun pada periode serupa tahun 2024.

Kenaikan ini turut mendorong pertumbuhan laba kotor sebesar 63,68 persen dan laba usaha sebesar 16,29 persen.

Menurut laporan keuangan terbaru yang dipublikasikan pada Senin, 5 Mei 2025, Jap Hartono, Direktur Utama SSMS, menyatakan bahwa efisiensi operasional dan strategi bisnis yang solid menjadi faktor utama peningkatan ini.

"SSMS terus berupaya memperkuat kontribusi dari berbagai segmen usaha untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Hartono.

Pelanggan pihak ketiga memberikan kontribusi besar dengan total transaksi Rp1,93 triliun atau 52,87 persen dari total pendapatan perusahaan. Olam Global Agri Pte Ltd tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar dengan transaksi senilai Rp800,48 miliar, sementara pihak berelasi seperti Borneo Agri Resources International Pte Ltd mencatat pendapatan Rp1,65 triliun.

Segmen Minyak dan Lemak Nabati terus menjadi pilar utama pendapatan SSMS dengan kontribusi Rp3,59 triliun, mengalami peningkatan dari Rp2,49 triliun tahun sebelumnya. Sementara itu, Segmen Perkebunan juga menunjukkan pertumbuhan dengan pencapaian pendapatan Rp65,57 miliar dibandingkan Rp28,65 miliar pada kuartal I 2024.

"Selain mencatat kinerja keuangan yang solid, saham SSMS turut mengalami penguatan," katanya.

Sejak awal Januari 2025 hingga Senin, 5 Mei 2025 harga saham SSMS telah naik 32,23 persen menjadi Rp1.600 per lembar saham pada pukul 10.47 WIB. Tren kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap perusahaan.

Dengan pencapaian ini, SSMS menunjukkan ketahanan dan strategi bisnis yang adaptif dalam menghadapi dinamika industri. Pertumbuhan pendapatan yang signifikan serta performa saham yang positif menjadi bukti keberhasilan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. (TESTI PRISCILLA/H)