BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sumber Sawitmas Sarana Tbk atau SSMS optimistis membidik pertumbuhan kinerja sebesar 10 persen pada tahun ini, seiring dengan proyeksi pemulihan volume produksi minyak sawit Indonesia.
"Perusahaan memperkirakan volume produksi kembali ke angka 48 juta ton, seperti yang terjadi pada tahun 2023," kata Direktur Utama SSMS, Jap Hartono dalam Paparan Publik 2025 PT SSMS secara daring pada Kamis, 8 Mei 2025.
Hartono menjelaskan bahwa pihaknya tidak bersikap terlalu optimistis maupun pesimistis dalam menghadapi tantangan industri sawit tahun ini.
"SSMS lebih memilih sikap realistis dengan merujuk pada data dari berbagai konferensi minyak sawit global, yang menunjukkan adanya penurunan produksi sebesar 2,5 hingga 3 juta ton pada tahun 2024," katanya.
Hartono mengungkapkan, tahun lalu produksi minyak sawit Indonesia mengalami penurunan signifikan dari 48 juta ton menjadi 45 juta ton. Namun, tren yang terlihat saat ini menunjukkan pemulihan, sehingga produksi diharapkan kembali ke tingkat sebelumnya.
"Kenaikan produksi sebesar 10 persen ini merupakan bagian dari siklus alami industri, di mana fluktuasi volume terjadi akibat berbagai faktor seperti kondisi cuaca, kebijakan pemerintah, serta dinamika pasar internasional. SSMS pun telah mempersiapkan strategi untuk mengoptimalkan kinerjanya dalam situasi yang terus berubah," jelas Hartono.
Lebih lanjut, Hartono menegaskan bahwa SSMS akan terus berupaya meningkatkan efisiensi produksi dan mempertahankan kualitas produknya. Dengan langkah-langkah strategis yang telah dirancang, perusahaan optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Dengan adanya proyeksi pemulihan ini, sektor minyak sawit di Indonesia diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas industri dan ekspor komoditas unggulan. (TESTI PRISCILLA/H)









