PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Emiten kelapa sawit milik taipan Abdul Rasyid, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, mengalokasikan belanja modal atau apital expenditure/capex sebesar Rp 510 miliar pada tahun 2025. Dana ini disiapkan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional perusahaan, termasuk renovasi, pembelian alat berat, dan kendaraan operasional.

Direktur SSMS, Jahja Tanudjaja Adelai, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama penggunaan capex adalah pembiayaan belanja fisik dan konstruksi.

"Kami akan melakukan banyak renovasi terhadap perumahan-perumahan kami yang umurnya sudah lama supaya para pekerja tetap bisa tinggal di sana dengan nyaman," kata Jahja dalam Paparan Publik 2025 PT SSMS secara daring pada Kamis, 8 Mei 2025.

Selain renovasi, SSMS juga mengalokasikan dana untuk pengadaan mesin dan alat berat guna meningkatkan efisiensi operasional.

"Capex ini juga akan digunakan untuk mendanai pembelian kendaraan dan alat berat, agar operasional perusahaan tetap berjalan optimal," tambah Jahja.

Hingga kuartal pertama tahun ini, SSMS telah merealisasikan sekitar Rp 180 miliar dari total capex yang dialokasikan. Angka tersebut mencerminkan sekitar 30-35 persen dari total anggaran belanja modal yang telah direncanakan.

Dengan strategi ini, SSMS berharap dapat terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan serta memberikan manfaat bagi para pekerja dan operasional perusahaan secara keseluruhan.

Sementara itu, Direktur Utama SSMS, Jap Hartono menegaskan, SSMS menyesuaikan target dengan pertumbuhan standar di industri sawit. Dalam arti, target kinerja tersebut tidak di bawah dan tidak pula bombastis mengada-ngada melampaui standar industri.

"Jika standar industri sawit tahun ini diperkirakan naik 10 persen, kinerja SSMS juga akan tumbuh positif 10 persen. Anggap saja, kami punya pertumbuhan sama seperti standar industri sekitar 10 persen," ujar Hartono menambahkan. (TESTI PRISCILLA/H)