TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Timur pada Jumat dini hari, 9 Mei 2025, menyebabkan kerusakan atap rumah warga dan tumbangnya pohon-pohon. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan akibat dari atmosfer yang lembap dan cenderung labil.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Sanggu, Eko Bambang Winarto, mengatakan bahwa berdasarkan analisis data atmosfer, citra satelit Himawari-8 dan radar cuaca Gematronik C-Band Palangka Raya, wilayah Tamiang Layang mengalami potensi cuaca ekstrem akibat akumulasi kelembapan tinggi di berbagai lapisan atmosfer.

“Kelembapan udara di lapisan 850 mb tercatat 90%-100%, di lapisan 700 mb mencapai 80%-90%, dan di lapisan 500 mb juga 80%-90%. Kondisi ini menandakan atmosfer sangat jenuh dengan uap air, yang menjadi bahan bakar utama pembentukan awan hujan, termasuk Cumulonimbus,” jelasnya.

Eko menjelaskan, selain kelembapan tinggi, tingkat labilitas udara juga signifikan. Indeks K-Index mencapai 35 yang mencerminkan kondisi konvektif sedang, sedangkan Lifted Index bernilai -3 dan Showalter Stability Index berada di angka 1, menunjukkan atmosfer cukup labil dan berpotensi menimbulkan badai petir. 

--page

“Ini adalah kondisi ideal terbentuknya cuaca ekstrem seperti hujan deras, petir dan angin kencang,” katanya.

Berdasarkan pantauan citra satelit pada pukul 02.00 WIB, awan Cumulonimbus mulai tumbuh di wilayah barat daya Barito Timur dan bergerak ke tenggara, mencapai Tamiang Layang sekitar pukul 03.30 WIB. Puncak pertumbuhan awan terjadi pada pukul 04.10 WIB, yang kemudian menyebabkan hujan deras disertai angin kencang dengan kecepatan sekitar 45 knots atau 83 kilometer per jam dari arah selatan.

Eko menambahkan, kondisi ini berkaitan erat dengan masa peralihan musim. “Saat ini kita sedang memasuki transisi dari musim hujan menuju musim kemarau, yang biasanya ditandai dengan kemunculan hujan intensitas sedang hingga lebat secara tiba-tiba, bisa disertai angin kencang maupun petir,” terangnya.

Menanggapi kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat di Kabupaten Barito Timur agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu. 

“Kami mengingatkan agar masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar, menjauhi jalanan yang tergenang air, serta selalu waspada demi keselamatan, baik di rumah maupun di perjalanan,” tutup Eko Bambang Winarto.

Sementara itu Lurah Tamiang Layang, Andi Imanuel Yourdi, menyampaikan bahwa hujan lebat yang disertai angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Akibat cuaca ekstrem tersebut sebuah pohon besar di Jalan Manunggal tumbang dan menutupi jalan. Selain itu sejumlah pohon lainnya dilaporkan tumbang dan atap bangunan rusak.

"Tidak ada korban jiwa, namun pohon tumbang di Jalan Manunggal ini harus segera kami singkirkan karena jalan ini ramai dilewati warga yang berangkat kerja atau sekolah," kata Lurah Tamiang Layang saat ditemui di lokasi pohon tumbang pukul 08.34 WIB. (AGUSTINUS BOLE MALO/Y)