BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memiliki tingkat risiko bencana yang cukup tinggi, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, dan cuaca ekstrem.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, sepanjang tahun 2024 tercatat lebih dari 700 kejadian karhutla dengan skala kecil hingga sedang, sebagian besar terjadi di wilayah lahan gambut.
Angka kejadian karhutla tersebut menunjukkan urgensi peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Kerentanan wilayah terhadap karhutla, banjir, dan cuaca ekstrem menuntut langkah-langkah strategis untuk melindungi masyarakat dan lingkungan.
"Pemerintah Kota Palangka Raya pun berupaya untuk meningkatkan kapasitas dalam penanggulangan bencana," katanya, Minggu, 11 Mei 2025.
Sebagai upaya mitigasi bencana, Pemerintah Kota Palangka Raya telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana).
--page
Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat kelurahan dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Kaltana diharapkan mampu memberikan respon cepat dan efektif saat terjadi bencana.
Dengan adanya Kaltana, diharapkan masyarakat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi bencana. Program ini juga akan meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar warga, serta antara warga dengan pemerintah setempat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
Kaltana akan memberikan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana, termasuk cara pencegahan karhutla, evakuasi saat banjir, dan tindakan yang tepat saat menghadapi cuaca ekstrem. Pengetahuan dan keterampilan ini akan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Melalui pembentukan Kaltana, Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk menjadikan Palangka Raya sebagai kota yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.
"Harapannya, program ini akan mampu mengurangi dampak negatif bencana dan melindungi keselamatan warga Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/Y)









