PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mencatat kinerja yang solid pada kuartal pertama tahun 2025.

Dalam program Squawkbox yang disiarkan secara langsung pada Rabu, 14 Mei 2025, Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp341,52 miliar, meningkat 23,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan laba bersih ini didorong oleh lonjakan pendapatan SSMS yang mencapai Rp3,65 triliun, tumbuh 45,13 persen dari Rp2,51 triliun pada kuartal I 2024. Selain itu, laba kotor perusahaan mengalami kenaikan signifikan sebesar 63,68 persen menjadi Rp1,26 triliun, sementara laba usaha meningkat 16,29 persen menjadi Rp628,34 miliar," kata Jap Hartono.

Jap Hartono menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja SSMS tidak lepas dari strategi efisiensi biaya dan pemanfaatan momentum pemulihan produksi minyak sawit nasional. Produksi minyak sawit Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 48 juta ton setelah mengalami penurunan tahun lalu, dan SSMS mengambil langkah agresif dalam pengadaan bahan baku eksternal serta investasi di sektor pendukung.

Selain itu, SSMS terus memperkuat ekspansi ke sektor hilir dengan pembangunan fasilitas refinery berkapasitas 1.500 ton per hari yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025. Perusahaan juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp510 miliar untuk renovasi fasilitas pekerja, pengadaan alat berat, dan peremajaan mesin produksi.

Jap Hartono menegaskan bahwa keberlanjutan tetap menjadi fokus utama SSMS. Dengan sertifikasi penuh dari RSPO dan ISPO, perusahaan berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan.

"Kami percaya bahwa masa depan industri kelapa sawit harus berlandaskan prinsip keberlanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak," ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)