BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menekankan urgensi implementasi pendidikan kebencanaan sejak usia dini sebagai langkah strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi potensi bencana.
Dia menyampaikan bahwa penanaman pemahaman mengenai risiko bencana dan cara-cara mitigasinya kepada generasi muda memiliki peran krusial dalam membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab di masa depan.
Menurutnya, pengenalan konsep-konsep kebencanaan sejak dini akan membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar yang penting untuk keselamatan diri dan orang lain saat terjadi situasi darurat.
Pemahaman ini mencakup identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekitar, langkah-langkah evakuasi yang benar, serta tindakan pertolongan pertama sederhana.
"Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi korban, tetapi juga berpotensi menjadi agen perubahan dalam upaya pengurangan risiko bencana," katanya, Kamis, 15 Mei 2025.
--page
Ia menjelaskan bahwa pendidikan kebencanaan tidak hanya sebatas penyampaian informasi teoritis, tetapi juga perlu diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran yang interaktif dan menarik.
Melalui simulasi, permainan edukatif, dan kunjungan lapangan, anak-anak dapat belajar secara langsung dan mengembangkan keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai skenario bencana.
"Hal ini akan memperkuat pemahaman mereka dan meningkatkan kesiapsiagaan secara keseluruhan," ujarnya.
Zaini menyoroti bahwa pendidikan kebencanaan sejak dini memiliki dimensi pembentukan karakter yang mendalam.
Dengan memahami risiko dan konsekuensi dari bencana, generasi muda akan tumbuh menjadi individu yang lebih peduli terhadap lingkungan dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
"Mereka akan lebih menghargai upaya-upaya pencegahan dan mitigasi bencana, serta terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keselamatan bersama," pungkasnya. (HENDRI/Y)









