BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menetapkan target pertumbuhan kinerja sebesar 10 persen sepanjang tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, perseroan mengimplementasikan strategi ekspansi melalui inorganic growth horizontal serta downward expansion.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menjelaskan bahwa langkah ini akan memperkuat posisi bisnis perseroan di seluruh rantai nilai industri kelapa sawit.
Dalam strategi downward expansion, SSMS menerapkan integrasi vertikal yang mencakup keseluruhan proses produksi, mulai dari hulu hingga hilir.
"Kami memastikan bahwa seluruh rantai nilai, dari pengelolaan kebun inti hingga hilirisasi produk, berjalan secara efisien untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Jap Hartono pada Jumat, 16 Mei 2025.
Ekspansi ini diawali dengan optimalisasi pengelolaan kebun inti atau nucleus, yang menjadi sumber utama produksi tandan buah segar atau TBS. Dari sana, TBS diolah menjadi crude palm oil atau CPO sebelum memasuki tahap hilirisasi. Pada tahap hilirisasi, SSMS mengembangkan produk turunan seperti olein, yang semakin memperluas portofolio bisnis perusahaan dan meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan.
Dari sisi kinerja keuangan, SSMS mencatatkan laba bersih sebesar Rp341,5 miliar hingga kuartal I-2025. Angka ini meningkat 23,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang sebesar Rp276,9 miliar. Kenaikan laba ini mencerminkan efektivitas strategi ekspansi yang telah diterapkan oleh perseroan.
Tak hanya laba bersih, pendapatan perseroan juga mengalami peningkatan signifikan. SSMS membukukan pendapatan sebesar Rp3,7 triliun, atau naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,5 triliun.
"Kami optimistis bahwa dengan strategi yang telah disusun, pertumbuhan kinerja SSMS akan tetap solid sepanjang tahun ini," ungkap Jap Hartono.
Melalui strategi ekspansi dan integrasi bisnis yang berkelanjutan, SSMS berkomitmen untuk memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah di industri kelapa sawit. Perseroan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas pangsa pasar guna mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan. (TESTI PRISCILLA/H)









