BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mengembangkan pembelajaran bahasa daerah di sekolah, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tahap 1 Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 8–11 Mei 2025 di Kota Palangka Raya dengan diikuti 66 peserta dari empat kabupaten.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menegaskan bahwa upaya revitalisasi bahasa daerah perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
"Keberadaan bahasa daerah harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," kata Sukardi dalam rilisnya pada Rabu, 28 Mei 2025.
Sebagai langkah nyata, kegiatan Bimtek ini menghadirkan berbagai narasumber yang menyampaikan materi pembelajaran berbasis seni dan sastra daerah. Beberapa materi yang diberikan termasuk mendongeng, cipta dan baca puisi, serta praktik menulis cerita pendek.
"Selama pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai latihan keterampilan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menyampaikan materi bahasa daerah kepada siswa di sekolah masing-masing," tuturnya.
Di akhir kegiatan, peserta menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk tanggung jawab mereka dalam menjalankan peran sebagai guru utama. Harapannya, pelestarian bahasa daerah dapat berjalan berkelanjutan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
--page
Bimtek ini menjadi salah satu strategi penting dalam mengembangkan kembali bahasa daerah sebagai identitas budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang. (TESTI PRISCILLA/Y)









