BORNEONEWS, Palangka Raya - Jepang, India, dan Korea Selatan menjadi negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah pada Maret 2025. Nilai ekspor ke Jepang mencapai US$79,16 juta, berkontribusi 29,28 persen terhadap total ekspor, sementara ke India sebesar US$57,22 juta atau 21,16 persen, dan Korea Selatan US$38,02 juta yakni 14,06 persen.
"Ketiga negara ini menjadi pasar utama bagi komoditas unggulan Kalimantan Tengah," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 28 Mei 2025.
Dibandingkan dengan Februari 2025, terjadi penurunan nilai ekspor ke beberapa negara, termasuk Jepang, Tiongkok, dan Malaysia. Penurunan terbesar dialami Jepang, yaitu US$21,31 juta atau 21,21 persen, diikuti oleh Tiongkok yang mengalami penurunan US$19,95 juta (58,40 persen).
"Sementara itu, ekspor ke India dan Pakistan justru mengalami peningkatan signifikan, masing-masing US$21,97 juta dengan kenaikan 62,33 dan 182,17 persen," katanya.
Tren ekspor jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Maret 2024, menunjukkan bahwa ekspor ke Jepang dan Tiongkok mengalami penurunan. Jepang mengalami penurunan ekspor terbesar, yaitu US$70,28 juta atau 47,03 persen, sedangkan Tiongkok turun US$42,43 juta (74,91 persen). Hal ini mencerminkan dinamika perdagangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan global.
"Sebaliknya, ekspor ke Korea Selatan mengalami lonjakan luar biasa dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ekspor ke negara ini mencapai US$29,67 juta, atau naik 355,33 persen," tuturnya.
Pertumbuhan ekspor ini dapat dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan industri Korea Selatan terhadap komoditas unggulan dari Kalimantan Tengah.
Penurunan ekspor ke Jepang dan Tiongkok dapat berdampak pada keseimbangan perdagangan Kalimantan Tengah. Namun, peningkatan ekspor ke India, Pakistan, dan Korea Selatan menunjukkan adanya diversifikasi pasar yang menguntungkan. Jika tren ini terus berlanjut, Kalimantan Tengah dapat memperkuat posisi dagangnya dengan berbagai mitra alternatif.
Perubahan nilai ekspor ini menunjukkan bahwa perdagangan luar negeri bersifat dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti harga komoditas global, kebijakan perdagangan, serta kondisi ekonomi negara tujuan ekspor. Pemerintah dan pelaku usaha di Kalimantan Tengah perlu menyesuaikan strategi ekspor agar tetap kompetitif di pasar internasional. (TESTI PRISCILLA/H)









