BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Tim Penggerak Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) berkolaborasi melakukan pelatihan budidaya pertanian hidroponik.
"Kegiatan yang juga hasil kolaborasi dengan An Nahl Community Palangka Raya ini diikuti oleh 30 orang peserta," kata Ketua Bidang Penguatan Ketahanan Pangan, TP PKK Merty Ilona di Palangka Raya, Jumat.
Dia menambahkan, pelatihan budidaya dengan konsep pemanfaatan ruang terbatas ini salah satunya untuk meningkatkan ketahanan pangan, ketahanan ekonomi masyarakat yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Merty menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah baik pusat maupun daerah yakni pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan, meningkatkan kesadaran tentang gizi, dan memperluas pemahaman tentang makanan sehat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi dan aman secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing,” tuturnya.
Lebih lanjut Ia menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar menanam sayur, tetapi, juga sebagai bentuk investasi penguatan ekonomi dan kesehatan keluarga.
“Dengan hidroponik, kita bisa menghasilkan sayuran segar, bebas pestisida dan tentunya lebih hemat biaya,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan (DPKP) Kota Palangka Raya Sugiyanto mengatakan pihaknya mengapresiasi dan mendukung program pelatihan budidaya dengan metode hidroponik tersebut.
"Konsep pertanian hidroponik ini juga merupakan salah satu solusi meningkatkan ketahanan pangan keluarga di tengah keterbatasan lahan pertanian," katanya.
Sugiyanto mengatakan, pertanian hidroponik adalah metode menanam tanpa menggunakan media tanah tetapi melalui cairan bernutrisi.
Meski hidroponik dinilai tidak akan dapat memenuhi semua kebutuhan terhadap pangan, lanjutnya, tetapi setidaknya akan dapat mengurangi ketergantungan kepada pasokan dari mekanisme pasar konvensional.
"Apalagi, saat ini semakin banyak masyarakat yang mengenal sayuran hidroponik dan merasakan kelebihannya, makanya kita juga terus mengedukasi masyarakat yang semakin melirik pola pertanian hidroponik sebagai sebuah peluang usaha," katanya.
ANTARA









