SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Suasana duka menyelimuti warga Jalan Tjilik Riwut dan sekitarnya, Minggu pagi, 1 Juni 2025. Seorang relawan pengatur lalu lintas yang akrab dikenal masyarakat sebagai Pak Ogah, meninggal dunia setelah ditabrak kendaraan bermotor saat membantu mengatur arus lalu lintas di perempatan Jalan Sampurna, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Korban diketahui bernama asli Hari, warga Jalan Wengga Jaya Agung, Sampit. Ia dikenal sebagai sosok sukarelawan yang setiap hari membantu mengurai kemacetan dan membantu masyarakat menyeberang di persimpangan Jalan Tjilik Riwut-Jalan Sampurna.

“Beliau banyak berjasa, terutama membantu orang tua wali murid yang mengantar anak-anak ke sekolah di sekitar Jalan Sampurna,” ujar Dafa, warga setempat.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Berdasarkan informasi dari, korban tewas di lokasi kejadian setelah ditabrak pengendara motor yang sedang melaju dan berboncengan. Tampak dalam video yang dibagikan warga jenazah Pak Ogah dievakuasi menggunakan mobil bak terbuka bersama pengendara yang luka-luka. 

“Satu orang yang menabrak juga luka-luka, tapi Pak Ogah meninggal di tempat. Darah keluar dari hidungnya, diduga karena pecah pembuluh darah,” tambah Dafa.

Kabar ini langsung menyebar luas dan mengundang rasa simpati mendalam dari warga, terutama pengguna jalan yang selama ini mengenal sosok almarhum sebagai pribadi yang tak kenal lelah membantu pengguna jalan menyeberang agar terhindar dari risiko kecelakaan.

Kepergian Pak Ogah meninggalkan kesedihan mendalam. Banyak warga merasa kehilangan karena selama ini keberadaan beliau sangat membantu kelancaran lalu lintas. Terlebih di titik-titik jalan tersebut selalu padat.

“Beliau mungkin bukan polisi, tapi pengabdiannya luar biasa. Kami sangat berterima kasih atas jasa-jasa beliau,” tandas Dafa. (DEWI PATMALASARI/H)