BORNEONEWS, Pangkalan Bun -- Sejak dua hari ini warga bantaran Sungai Arut di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat di hebohkan dengan kemunculan buaya muara yang menyusuri sungai.

Buaya yang pertama kali muncul di RT 10 atau disamping pabrik penggilingan padi Kelurahan Mendawai pada sore sekitar pukul 16.30 Wib, Senin (17/10/2016) itu menyusuri tepian sungai dan mengendap-ngendap muncul di samping lanting (jamban) yang berada di sepanjang tepi sungai.

Karena khawatir terhadap keselamatan masyarakat yang bamyak melakukan aktifitas di tepi sungai Arut, beberapa warga di RT 01 dan 02 Kelurahan Mendawai memburu buaya tersebut dengan menggunakan tombak. hingga larut malam warga masih berkerumun di jalan perkampungan pinggiran sungai menunggu buaya tersebut muncul ke permukaan sungai.
" Tadi malam buaya tersebut sempat di tombak warga hal ini dilakukan karena warga khawatir dengan keberadaannya di tepi sungai," kata Rizki warga Kelurahan Mendawai, Selasa (18/10/2016).

Kasat Polair Polres Kobar, AKP Wawan Ariananda yang meluncur ke lokasi kemunculan buaya menghimbau kepada warga bantaran Arut agar berhati-hati dan menghindari aktifitas ditepi sungai. Seperti mandi dan cuci. Ia menilai bahwa buaya tersebut sangat berbahaya.
" Kita himbau kepada warga agar jangan dulu melakukan aktifitas di sungai, karena buaya tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan warga, besok kita akan sosialisasikan ke warga bantaran secara luas,"  himbau Kasat Polair Polres Kobar.  (KK/*)