PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya, Syaufwan Hadi menekankan pentingnya penguatan literasi digital, perlindungan data pribadi, serta optimalisasi koordinasi antar instansi pemerintahan agar bisa menjangkau seluruh wilayah, termasuk pelosok kota.

Menurutnya, di era digitalisasi pelayanan publik seperti saat ini, tantangan utama tidak hanya terletak pada ketersediaan infrastruktur teknologi, tetapi juga pada pemahaman masyarakat terhadap penggunaan teknologi secara aman dan produktif.

“Literasi digital harus terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang masih minim akses. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan agar tidak menjadi korban penyalahgunaan data dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup,” ungkap Syaufwan, Selasa 17 Juni 2025.

Ia juga menyoroti perlunya sistem keamanan data yang kuat dalam setiap layanan digital pemerintah. Menurutnya, perlindungan data pribadi warga harus menjadi prioritas dalam setiap pengembangan aplikasi dan sistem layanan publik.

Selain itu, Syaufwan menambahkan bahwa koordinasi antar instansi pemerintah, baik di tingkat kota maupun kelurahan, harus diperkuat agar penyampaian informasi dan layanan berbasis digital bisa lebih efektif dan merata.

“Digitalisasi ini harus inklusif. Jangan sampai hanya dinikmati warga yang tinggal di pusat kota, sementara masyarakat di pinggiran tertinggal. Semua harus mendapat hak dan akses yang sama,” tegasnya.

Syaufwan berharap Pemerintah Kota Palangka Raya dapat terus mendorong program-program yang mendukung pemerataan teknologi informasi, termasuk pelatihan literasi digital berbasis komunitas dan peningkatan infrastruktur jaringan internet di wilayah pelosok. (MARINI/H)