BORNEONEWS, Sampit – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Surahman, mengungkapkan bahwa rata-rata lama sekolah di kabupaten tersebut masih berada di angka 8,3 tahun.
Angka ini, menurutnya, masih tergolong rendah dan perlu ditingkatkan.
"Kalau tidak salah, rata-rata lama sekolahnya masih 8,3 tahun. Artinya, masih di atas Sekolah Dasar (SD) tapi untuk Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah lumayan," katanya, Kamis, 26 Juni 2025.
Angka ini jauh di bawah harapan ideal 12 tahun, yang setara dengan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Rendahnya angka rata-rata lama sekolah mengindikasikan masih banyaknya warga Kotim yang belum menyelesaikan pendidikan menengah.
Rata-rata lama sekolah yang rendah tersebut nantinya juga akan berdampak pula pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut. Jika Pemkab Kotim ingin meningkatkan IPM di daerah tersebut maka rata-rata lama sekolah juga harus ditingkatkan. Setidaknya rata-rata lama sekolah 12 tahun atau sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
"Harapan lama sekolah ya SMA, tapi ini rata-rata lama sekolah sekarang masih sekitar 8,3 tahun. SMP saja belum nyampe. Kita tidak mengurai apa penyebabnya, kami hanya mengukur semua penduduk yang sudah menjalani pendidikan," jelasnya.
Diketahui, Pemkab Kotim menargetkan IPM di daerah tersebut pada tahun 2025 yaitu 74,35 persen, tahun 2026 sebesar 74,86 persen, tahun 2027 sebesar 75,35 persen dan tahun 2028 sebesar 75,85 persen kemudian di tahun 2029 menargetkan sebesar 80 persen. (DEVIANA/H)









