PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang perempuan di Palangka Raya, D (21), mengalami kejadian kurang menyenangkan. Ibunya tertipu oleh F (41), warga setempat, yang menggunakan data ibunya untuk mengkredit iPhone.

Selama enam bulan, cicilan iPhone tersebut tak kunjung dibayar, dan nomor telepon F tak bisa dihubungi. Merasa terbebani dan tertipu, D pun menceritakan permasalahan ini kepada Ipda Shamsuddin.

D menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada Cak Sam - sapaan akrab Ipda Shamsuddin. Sembilan bulan lalu, ibunya membantu F dengan meminjamkan namanya untuk mengkredit iPhone. Selama tiga bulan pertama, F masih membayar cicilan. Namun, setelah itu, F menghilang dan tak lagi membayar kewajiban tersebut.

"Saya sudah menghubungi F, yang bersangkutan hanya memberikan janji-janji manis tanpa ada tindakan nyata. Pihak leasing terus mendatangi keluarga karena tunggakan cicilan," ungkap D kepada Cak Sam Sabtu, 28 Juni 2025.

Kejadian ini membuat D sangat frustasi. Ia telah berusaha mencari F, namun tak membuahkan hasil. Lebih mengejutkan lagi, pihak leasing menginformasikan bahwa F telah menipu lebih dari satu orang dengan modus yang sama.

--page

D pun menyimpan sejumlah bukti percakapan dengan F, mulai dari bahasa yang halus hingga yang agak kasar karena rasa kesalnya.

Cak Sam kemudian meminta bantuan warganet melalui media sosial untuk mencari keberadaan F. Respon dari masyarakat sangat luar biasa. Tak sampai satu jam, informasi keberadaan F berhasil ditemukan. Cak Sam pun langsung mempertemukan D dan F.

Di hadapan Cak Sam dan D, F akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya. F berjanji akan segera melunasi seluruh cicilan iPhone tersebut.

"Kepada masyarakat harap hati-hati dalam menyimpan data pribadinya," pungkasnya. (PATHUR/Y)