BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (PT SSMS Tbk) kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan keberlanjutan dengan menggelar pelatihan Social Return on Investment atau SROI selama empat hari, dari 23 hingga 26 Juni 2025.
Pelatihan ini berlangsung di Kantor Pusat SSMS di Pangkalan Bun dan diikuti oleh 22 karyawan dari berbagai unit bisnis, khususnya dari departemen CSR dan Sustainability.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas internal perusahaan dalam mengevaluasi efektivitas program sosial. Dengan pendekatan SROI, SSMS ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Departemen Head Sustainability PT SSMS Tbk., Andri Najiburrahman dalam rilisnya pada Selasa, 1 Juli 2025 menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap program memiliki dampak sosial yang nyata. SROI membantu kami mengukur manfaat sosial dibandingkan biaya yang dikeluarkan," ujarnya.
Materi pelatihan mencakup prinsip dasar SROI, pemetaan pemangku kepentingan, pengumpulan data dampak, hingga valuasi manfaat sosial dalam bentuk nilai ekonomi. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk menilai efektivitas program secara lebih terukur dan sistematis.
Salah satu momen penting dalam pelatihan adalah sesi praktik lapangan pada hari ketiga. Para peserta terjun langsung ke desa binaan SSMS untuk melakukan simulasi wawancara dengan penerima manfaat. Kegiatan ini menjadi ajang pengujian langsung terhadap teori yang telah dipelajari.
Para peserta menyambut baik pelatihan ini. Mereka menilai sesi praktik sebagai pengalaman paling berkesan karena memberikan pemahaman nyata tentang dampak sosial program perusahaan. SSMS berharap pelatihan ini menjadi langkah awal menuju budaya transparansi yang lebih kuat di seluruh lini operasional. (TESTI PRISCILLA/H)









