SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).  Hal ini berdasarkan data statistik ketenagakerjaan Kotim tahun 2024 hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim.

"Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan," Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, Selasa, 1 Juli 2025.

Pada Agustus 2024, jumlah penduduk usia kerja di Kotim mencapai 341.726 orang, meningkat 4.771 orang dibandingkan tahun sebelumnya.  Dari jumlah tersebut, 218.747 orang termasuk dalam kategori angkatan kerja. 

TPAK Kabupaten Kotim pada Agustus 2024 adalah 64,01 persen, meningkat 0,98 persen poin dibandingkan Agustus 2023.

Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yakni berumur 15 tahun dan lebih, yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.

Sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebanyak 94.164 orang  atau 45,14 persen dari seluruh penduduk yang bekerja, diikuti sektor jasa-jasa sebanyak 43,13 persen, dan sektor industri  11,73 persen.  Sebanyak 52,32 persen pekerja berstatus formal, sementara 47,68 persen bekerja di sektor informal.  Mayoritas pekerja 68,58 persen termasuk pekerja penuh bekerja 35 jam atau lebih per minggu.

"Penyusunan publikasi ini bertujuan untuk memberikan data yang menggambarkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Kotim Agustus 2024. Tabel yang disajikan publikasi ini meliputi jumlah penduduk yang bekerja, penduduk bekerja menurut tingkat pendidikan, jam kerja, lapangan usaha, dan jumlah pengangguran," pungkas Eddy Surahman.  

Data ini menunjukkan pentingnya sektor pertanian bagi perekonomian Kotim dan sekaligus menyoroti tantangan dalam mengurangi angka pengangguran. (DEVIANA/H)