BORNEONEWS, Palangka Raya - Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya kembali melaksanakan tes urin rutin kepada seluruh pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Jumat, 4 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan dan dilaksanakan di Aula Lapas. Tes urin ini melibatkan petugas pengamanan, staf KPLP, staf Kamtib, tim medis dari klinik Lapas, dan tim medis dari APH Polresta Palangka Raya.
Tes urin dilakukan sesuai arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan tanggal 26 Juni 2025 tentang Instruksi Pelaksanaan Tes Urine kepada seluruh petugas dan warga binaan. Sampel diambil secara acak untuk memastikan pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh.
Proses pemeriksaan berlangsung tertib dan diawasi langsung oleh Kepala Lapas dan petugas yang berwenang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif terhadap penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Hal ini menunjukkan komitmen Lapas Perempuan Palangka Raya dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba. Kepala Lapas, Hani Anggraeni, menyampaikan rasa syukur atas hasil tes urin yang negatif.
--page
"Tes urin rutin ini merupakan komitmen Lapas dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)," tegas Hani Anggraeni.
Ia menekankan prinsip zero tolerance terhadap narkoba di lingkungan Lapas. Tes urin ini menjadi bagian penting dalam pengawasan dan pembinaan WBP.
Tes urin rutin juga berfungsi sebagai indikator keberhasilan pembinaan dan pengawasan di Lapas, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan blok hunian. Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala dan menyeluruh dengan metode acak untuk memastikan efektivitas pencegahan.
Dengan pelaksanaan tes urin rutin ini, Lapas Perempuan Palangka Raya menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dan menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh warga binaan dan petugas.
"Langkah ini diharapkan dapat mencegah peredaran narkoba di dalam Lapas dan mendukung proses pembinaan yang lebih efektif," pungkasnya. (PATHUR/y)









