KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing mengajak pihak sekolah di wilayah setempat untuk bersama-sama ikut mencegah stunting.

"Pihak sekolah bisa turut membantu mencegah stunting, seperti dengan memberikan edukasi kepada remaja khususnya remaja perempuan yang nantinya akan mengandung untuk mencukupi kebutuhan darah merahnya atau mencegah anemia," kata Efrensia, Rabu, 9 Juli 2025.

Kemudian, penting pula untuk memberikan edukasi kepada para remaja baik putra maupun putri untuk menghindari pernikahan usia anak atau pernikahan dini. Sebab, pernikahan di usia terlalu muda bisa meningkatkan risiko anak terlahir stunting.

Dijelaskan, saat menikah terlalu muda, mereka belum matang dari segi fisik dan mental. Seperti pada perempuan, kandungannya bisa belum siap untuk hamil.

Sedangkan untuk laki-laki jika nekat menikah ketika usianya masih SMA, mereka bisa kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan sehingga hal itu membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi untuk calon anak.

"Jadi, saya meminta tolong kepada pihak sekolah untuk memotivasi kepada anak-anak untuk tidak menikah dini guna mencegah stunting," ucapnya.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta untuk mendukung jika ada pihak terkait seperti Dinas Kesehatan melaksanakan sosialisasi di sekolah terkait pencegahan stunting.

"Semua itu, menjadi upaya kita mencegah stunting, salah satunya melalui sekolah dan peran tenaga pendidik," tukasnya. (RISKA YULYANA/H)