BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas (Gumas) Arton S Dohong mengingatkan agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan bupati atau unsur pejabat di lingkungan Pemkab Gumas.
"Saya peringatkan supaya waspada dengan penipuan yang mengatasnakan Bupati Gunung Mas dan pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas," tegas Arton kepada wartawan di ruang kerjannya, baru-baru ini.
Menurut Arton, peringatan supaya waspada terhadap aksi penipuan bukan tanpa alasan. Pasalnya, beberapa waktu lalu ada seorang pengusaha yang menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan Bupati Gumas. Penipu tersebut mengaku asisten pribadi bupati. Bahkan, korban sempat mengirimkan uang mencapai puluhan juta rupiah kepada penipu tersebut.
"Setelah uang dikirim melalui rekening yang disampaikan orang yang mengatasnamakan asisten pribadi saya. Kemudian, baru dikonfirmasi ke saya dan saya katakan tidak ada meminta uang. Sehingga pengusaha tersebut baru sadar menjadi korban penipuan. Terkait laporan atas kerugian, kita sepenuhnya menyerahkan kepada yang bersangkutan," terang Arton.
Atas kejadian tersebut, Bupati Gumas meminta para pengusaha di Kabupaten Gumas supaya lebih berhati-hati. Sehingga jangan sampai menjadi korban penipuan yang bisa merugikan pengusaha tersebut. Pasalnya, lanjut Arton, Pemkab Gumas tidak pernah meminta bantuan kepada pengusaha atau pihak lain, untuk kepentingan pribadi atau golongan. Bila pun Pemkab meminta bantuan, itu pun melalui surat resmi untuk kepentingan masyarakat dan daerah.
"Intinya harus dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang dikatakan meminta bantuan. Sebab Pemerintah Kabupaten Gunung Mas tidak ada meminta bantuan di luar dari untuk kepentingan daerah dan masyarakat," cetusnya.
Pada kesempatan itu, Arton juga mengingatkan kepada pejabat di lingkungan Pemkab Gumas supaya jangan sekali-kali meminta bantuan yang mengatasnamakan Pemkab Gumas untuk kepentingan pribadi dan golongan. Pasalnya, hal itu bisa merusak nama baik dan wibawa Pemkab Gumas.
"Bila ada pejabat yang meminta uang atau fasilitas lain untuk kepentingan tertentu laporkan dan konfirmasikan kepada saya. Agar oknum tersebut bisa ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya. (EPRA SENTOSA/m)








