PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) yang digelar hari ini tidak hanya menetapkan tuan rumah Porprov XIII, tetapi juga merumuskan kesiapan teknis pelaksanaan ajang olahraga empat tahunan tersebut. Menurutnya, tim penjaringan atlet sudah terbentuk dan telah berkoordinasi dengan Gubernur untuk menentukan cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

"Hari ini kita rumuskan lagi, finalisasinya. Porprov bukan hanya perhelatan seremonial, tapi momentum penting untuk menyaring talenta terbaik yang akan membawa nama Kalteng ke level nasional," ungkap Rahmat seperti dalam rilisnya pada Minggu, 20 Juli 2025.

Ia menekankan bahwa pemilihan cabor harus berdasarkan potensi prestasi, bukan hanya popularitas.
Rahmat juga mengungkap bahwa Porprov tahun 2026 akan lebih selektif dalam menentukan cabang olahraga.

Setiap cabor yang lolos akan memiliki relevansi langsung dengan kesiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTB dan NTT pada 2028. Seleksi ini akan disertai dengan pembatasan usia atlet sesuai regulasi nasional, untuk menjamin efektivitas pembinaan dan keberlanjutan prestasi.

KONI Kalteng akan memastikan bahwa proses penjaringan tidak hanya mengandalkan kompetisi semata, tetapi juga penilaian terhadap komitmen atlet dan pelatih. Dengan demikian, Porprov diharapkan menjadi etalase potensi atlet muda yang layak bersaing di kancah nasional.

"Kita ingin benar-benar mencetak atlet, bukan sekadar peserta lomba," tegas Rahmat.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi melalui peluncuran Gubernur Cup 2025 sebagai ajang pemanasan. Kompetisi yang berlangsung hingga akhir tahun ini akan dijadikan tolok ukur tambahan untuk mengidentifikasi atlet potensial yang layak mengikuti Porprov dan seterusnya menembus arena PON.

Dengan penyusunan yang lebih matang, Porprov XIII di Kotawaringin Barat diharapkan bukan hanya menjadi panggung olahraga, tetapi juga tonggak kebangkitan prestasi Kalimantan Tengah di tingkat nasional. KONI dan pemerintah daerah kini berfokus membangun ekosistem yang mendukung atlet, pelatih, dan seluruh stakeholder olahraga dalam satu gerakan terpadu. (TESTI PRISCILLA/H)