BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar sosialisasi pencegahan karhutla dan pelatihan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), Kegiatan ini melibatkan masyarakat secara langsung, sebuah strategi kunci dalam upaya pencegahan karhutla.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Palangka Raya, Berlianto, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat.
"Upaya ini bertujuan menekan kebakaran hutan dan lahan, mencegah bencana asap, dan melindungi ekosistem gambut di Palangka Raya," ujarnya.
Data dari Kementerian Kehutanan RI menunjukkan penurunan luas lahan terbakar yang sangat signifikan. Pada tahun 2023, luas karhutla mencapai 3.892,15 hektare, namun angka tersebut turun drastis menjadi hanya 26,08 hektare pada tahun 2024.
Penurunan ini menjadi bukti nyata keberhasilan langkah-langkah preventif yang telah dilakukan. Keberhasilan ini juga tercermin dalam peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Palangka Raya.
Pada tahun 2024, IKLH mencapai angka 71,58, masuk dalam kategori "Baik". Rinciannya meliputi Indeks Kualitas Udara (IKU) 89,41 (Baik), Indeks Kualitas Lingkungan (IKL) 77,11 (Baik), dan Indeks Kualitas Air (IKA) 49,17 (Kurang).
Meskipun terdapat kemajuan signifikan, DLH Kota Palangka Raya menyadari perlunya upaya berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kualitas air.
"Keberhasilan dalam menekan karhutla menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam upaya pelestarian lingkungan," pungkasnya. (PATHUR/H)









