KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemberantasan narkoba dan penguatan toleransi beragama di pelosok Kabupaten Kapuas menjadi perhatian Pemkab Kapuas. Wabup Kapuas, Dodo, berharap adanya saling koordinasi setiap elemen baik kepolisian, pemerintah maupun masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam peresmian GKE Mazmur yang berlokasi di Desa Tumbang Tihis, Kecamatan Mandau Telawang, Rabu, 23 Juli 2025. 

Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kapuas, Pj Camat Mandau Telawang, Aiptu Rustan E., dan Aipda Ifandi yang mewakili Kapolsek Kapuas Hulu, serta Danramil Mandau Telawang, 

"Kami meminta masyarakat saling menjaga kerukunan bergama dan juga bagi pihak Kepolisian Sektor Kapuas Hulu dan Polsek Mandau Telawang untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah ini, terutama di desa ini, agar generasi muda kita bisa tumbuh dan berkembang menjadi penerus bangsa yang berkualitas," ucap Dodo.

Merespons hal ini, Kapolsek Kapuas Hulu, Ipda Zaenal Abidin, menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian dalam acara seperti ini merupakan bentuk dukungan terhadap kerukunan sosial dan keharmonisan masyarakat. Ia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan dan budaya seperti ini sangat penting untuk memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

"Kami dari Kepolisian selalu mendukung setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kerukunan dan keamanan bersama," ujarnya.

"Kehadiran kami di sini juga sebagai bentuk komitmen untuk memberantas peredaran narkoba dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah ini. Kami berharap, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya toleransi dan saling menghormati satu sama lain," ujarnya.

Peresmian Gereja Mazmur di Desa Tumbang Tihis ini menjadi tonggak sejarah baru bagi masyarakat setempat. Kehadiran gereja ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang mampu mempererat nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan spiritualitas. 

Dengan semangat gotong royong dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan gereja ini mampu menjadi simbol keberagaman yang harmonis dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Tumbang Tihis. (SABRIANOOR/Y)