BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Barito Timur segera mengevaluasi kinerja dua guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kotam, Kecamatan Patangkep Tutui, setelah ditemukan fakta bahwa mereka sering tidak hadir mengajar. Langkah ini diambil menyusul keluhan warga Desa Kotam yang disampaikan melalui media sosial.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Barito Timur, Erik Bimantara, menyatakan bahwa pihaknya bersama Kepala Dinas telah turun langsung ke sekolah untuk melakukan klarifikasi. Hasil peninjauan membenarkan keluhan warga, bahwa dua guru memang kerap tidak masuk sekolah karena alasan pribadi dan kesehatan.
“Salah satu guru harus menjalani pengobatan rutin di Palangka Raya, sedangkan guru lainnya merawat suami yang sedang sakit. Keduanya tinggal cukup jauh dari lokasi sekolah, yakni di Desa Jaweten dan Tamiang Layang,” ungkap Erik, Kamis, 31 Juli 2025.
Ketiadaan rumah dinas atau mess guru yang layak di Desa Kotam disebut menjadi salah satu penyebab utama sulitnya kehadiran rutin para guru. Meski memahami kondisi tersebut, Disdik tetap akan bertindak tegas dan obyektif untuk menjaga kualitas pendidikan.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami akan mengevaluasi dan mempertimbangkan pembangunan rumah dinas guru agar tidak ada lagi alasan jarak sebagai penghambat kehadiran mengajar,” ujarnya.
Selain evaluasi kinerja, Disdik juga akan meminta guru yang bersangkutan menandatangani surat pernyataan agar tidak lagi melakukan ketidakhadiran tanpa keterangan. Opsi mutasi bagi guru yang tinggal jauh dari lokasi sekolah juga terbuka untuk dipertimbangkan.
Langkah-langkah tersebut, kata Erik, merupakan bagian dari komitmen Disdik Barito Timur dalam merespons keluhan masyarakat secara terbuka dan memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal di seluruh wilayah kabupaten. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









