BORNEONEWS, Lamandau - Setelah diawali eksibisi pertunjukan Babukung Hantu, Festival Babukung 2016, dibuka oleh Bupati Lamandau, Marukan, dengan tiga kali auman, di Nanga Bulik, Jumat (28/10/2016). Babukung Hantu merupakan induk dari segala bukung yang ada.

Dalam sambutannya Marukan mengaku sangat berbangga hati sekaligus terharu karena gelaran Festival Babukung III itu, kini menjadi kebanggaan bersama semua elemen masyarakat di Lamandau. Ia gembira karena semua etnis di wilayah itu, berpartisipasi aktif dalam event tahunan yang diselenggarakan Pemkab Lamandau itu.

"Festival Babukung menampilkan kreasi seni budaya berbentuk tarian khas tidak lagi dianggap sebagai produk dari entitas budaya etnis, atau suku tertentu di Lamandau, melainkan sudah menjadi identitas Budaya masyarakat Lamandau," kata Marukan.

Ada 12 jenis Bukung dihadirkan dalam festival yang untuk ketiga kalinya diselenggarakan itu. Antara lain, Bamba,  anjing,  kudu,  kelelawar,  pepadi,  buaya,  pengua,  tingang,  rusa,  hundang,  naga,  bamba. Semuanya diikuti kelompok babukung 89 desa, ditambah beragam etnis yang sejak lama menjadi bagian dari masyarakat Lamandau. 

Yaitu, etnis Toraja, Dayak Tomun,  Dusmana, Melayu,  Batak,  Banjar,  Belu, Flores, Bali, Dayak Ngaju, ditambah penampilan khusus dari Lembaga Dayak Kobar. (HENDI NURFALAH/N).