BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran tak pernah surut dengan komitmennya menumbuhkembangkan Bank Kalteng kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah, menjadi bank yang menasional. Dalam momentum hari ulang tahun (HUT) ke-55 bank Oloh Itah tersebut, orang nomor 1 di Bumi Tambun Bungai yang baru 5 bulan menjabat ini punya impian besar.
“Saya pingin Bank Kalteng semakin besar, ini untuk kepentingan daerah. Saya ingin Bank Kalteng masuk buku II di 2017 dan karena itu bisa membuka cabang di Jakarta agar ruang investasi lebih terbuka luas,” tutur Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, di Palangka Raya, Minggu (30/10/2016).
Gubernur Sugianto mengikuti prosesi upacara yang menandai mulai dioperasionalkannya dua armada baru mobil pelayanan Bank Kalteng yang baru diluncurkan. Gubernur menyiram dan memecahkan kendi ke roda depan mobil pelayanan milik Bank Kalteng di bundaran besar, depan Istana Isen Mulang, Minggu.
Dengan impian besar seperti itu, ia tidak ingin hanya omong besar. Sejumlah gebrakan ditelorkannya sebagai kebijakan seorang kepala daerah. Diantaranya membuat kebijakan mewajibkan semua perusahaan membuka rekening di Bank Kalteng, menabung di bank Kalteng, dan melakukan penggajian karyawannya melalui bank milik pemerintah daerah ini.
Gubernur Sugianto juga mengingatkan Bank Kalteng diharapkan mampu menjadi alat pendukung percepatan pembangunan terutama dari sektor penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tidak semata-mata mencari profit. Meski masih terdapat beberapa catatan kritis dalam beberapa bagian, Bank Kalteng diharapkan bisa memberikan andil dalam pembangunan terutama dalam memajukan perekonomian masyarakat di Kalteng.
Demikian dikatakan Sugianto sehari sebelumnya, yakni acara puncak sekaligus penarikan undian Taheta (Tabungan Hari Esok Terencana) periode XX tahun 2016 yang digelar di Ballroom Swiss Bellhotel Danum Palangka Raya, Sabtu (19/10/2016) malam. Penarikan hadiah utama 1 unit mobil Honda Mobilio itu, dihadiri Wakil Ketua DPRD Kalteng, Walikota/Bupati se-Kalteng dan unsur FKPD Kalteng, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Kantor OJK Kalteng, SKPD dan instansi vertikal Kalteng, serta Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Kalteng.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan bahwa pada 14 Juni 2016 lalu telah digelar rapat koordinasi dengan pengusaha sektor jasa konstruksi dan pada 23 Juni 2016 telah digelar rapat serupa dengan pengusaha sektor perkebunan, kehutanan dan pertambangan yang menghasilkan 14 butir kesepakatan dimana rapat evaluasi terkait 14 kesepakan tersebut baru saja digelar yaitu pada (24/10/2016) pekan lalu. “Ke depan diharapkan, perbandingan PAD dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang saat ini masih sekitar 40:60 menjadi lebih besar,” pinta gubernur. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








