BORNEONEWS, Lamandau - Warga Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah antusias mengikuti pelayanan KB gratis. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah melalui Badan Pemberdayaan Perempuan Perlinduangan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Lamandau, bekerjasama dengan Tim Penggerak (TP) PKK dan TNI, melaksanakan pelayanan KB gratis di Desa Jangkar Prima, Sematu Jaya, Senin (31/10/2016).
Mendapatkan informasi adanya gerakan pelayanan KB gratis, puluhan warga dari desa-desa di Sematu Jaya, cukup antusias mengikuti KB tanpa biaya itu. Dari data yang ada, setidaknya ada 83 orang dipastikan ikut KB gratis kala itu. Terlebih, pelayanan dilakukan untuk beberapa kategori seperti akseptor KB implan sebanyak 40 orang, KB suntik 20 orang, KB pil 19 orang, KB IUD 2 orang dan KB kondom sebanyak 2 orang.
Saat menghadiri pencanangan tersebut, Wakil Bupati Lamandau, H. Sugiyarto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum pengabdian, khususnya dalam rangka pembinaan keluarga bahagia agar dapat melahirkan generasi cerdas dan berkualitas.
Dirinya juga meyakini bahwa kegiatan tersebut sangatlah posisitif mengingat memiliki manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. "Syukur Alhamdulillah, upaya yang sudah kita lakukan dalam meningkatkan kualitas keluarga dalam hal ini kesadaran masyarakat ikut KB sudah semakin tinggi," ungkapnya.
Namun demikian, dengan keberhasilan program KB selama ini, Sugiyarto menilai tetap masih memerlukan upaya kongkrit dan kontribusi terhadap cakupan pelayanan KB dan kesehatan melalui pos KB.
"Momentum hari ini, sekaligus mengawali kegiatan oprasinal perjalanan KB gratis yang akan berlangsung hingga bulan Desember 2016. Kita berharap, dengan waktu yang ada, dapat mencakup semua kecamatan dan desa yang ada di lamandau," terangnya.
Sementara, dalam sambutan Dandim 1014/Pangkalan Bun yang disampaikan oleh perwira penghubung, Mayor Inf. Supriyanto, mengharapkan semua pihak mendukung gerakan KB gratis tersebut. "Tujuannya tidak lain, untuk menekan angka kelahiran dan kematian, sekaligus menciptakan kehidupan keluarga bahagia." (HENDI NURFALAH/N).








