KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas tidak main-main dalam mendukung sektor pertanian. Untuk memperkuat ketahanan pangan, Pemkab Kapuas mengalokasikan anggaran sebesar lebih dari Rp50 miliar yang secara khusus digunakan untuk membangun infrastruktur jalan di sentra-sentra produksi padi.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Bupati Kapuas, M. Wiyatno, saat acara panen raya padi di Desa Wanasari, Kecamatan Tamban Catur, pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Panen raya tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.

Dalam laporannya, Wiyatno menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas utama.

"Dana tersebut nantinya akan digunakan juga untuk pengaspalan jalan yang ditargetkan akan rampung pada bulan Desember mendatang. Dengan begitu, akses petani untuk mengangkut hasil panen menjadi lebih lancar dan efisien," ungkap wiyatno.

Selain jalan, Pemkab Kapuas juga bekerja sama dengan Balai Pengairan untuk meningkatkan sistem irigasi. Saat ini, sedang dilakukan rehabilitasi saluran air di kawasan pertanian untuk memastikan pasokan air yang optimal bagi para petani.

Wiyatno juga menjelaskan bahwa Kapuas memiliki empat kecamatan utama sebagai lumbung padi. Bataguh menjadi yang terluas dengan 15 ribu hektare, diikuti oleh Kapuas Timur (10 ribu hektare), Kapuas Kuala (9 ribu hektare), dan Tamban Catur (5 ribu hektare).

Dengan alokasi anggaran yang besar ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjadikan daerah sebagai salah satu produsen beras unggulan di Kalimantan Tengah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani. (SABRIANOOR/H)