BORNEONEWS, Palangka Raya - Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga pertengahan Agustus 2025.
Prakirawan Cuaca, Rahmat Alfandy, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.
Menurut Rahmat Alfandy, kondisi cuaca di Kalteng umumnya berawan hingga hujan ringan, namun terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 33°C, dengan kelembaban udara antara 60 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Timur ke Barat dengan kecepatan 5 hingga 15 Kilometer Per jam.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang meliputi Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung dari tanggal 11 hingga 17 Agustus 2025.
Selain itu, prospek tinggi gelombang mingguan di wilayah Perairan Selatan Kalimantan Tengah berpotensi sekitar 0.5 – 1.5 meter (Rendah - Sedang).
"Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap potensi pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang di wilayah Pesisir dan Perairan Selatan Kalimantan Tengah," ungkapnya, Senin, 11 Agustus 2025.
Pihak Stasiun Meteorologi juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak bencana yang mungkin ditimbulkan akibat cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan masyarakat Kalteng dapat lebih siap dan waspada dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
"Selalu pantau informasi cuaca terkini dari sumber-sumber resmi dan ambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi risiko dampak bencana," pungkasnya. (PATHUR/H)









