BORNEONEWS, Pangkalan Bun-- Pencitraan destinasi Tanjung Puting, yang mencakup potensi wisata Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Seruyan, akhirnya memilki logo dan slogan resmi. Logo berslogan The Ultimate Borneo bergambar orangutan memeluk pulau Kalimantan ini menandai hadirnya Tanjung Puting sebagai destinasi wisata istimewa yang siap disejajarkan dengan destinasi wisata kelas dunia lainnya.
Michael Juanda, Ketua Badan Pelaksana Harian Forum Tata Kelola Pariwisata (FTKP) Tanjung Puting menjelaskan, branding atau pencitraan destinasi Tanjung Puting ini bukanlah branding untuk salah satu atau suatu destinasi tertentu saja. Namun secara menyeluruh, merangkul berbagai pengembangan potensi wisata yang ada di Kobar, Lamandau dan Seruyan.
Logo dan slogan itu diresmikan pada Minggu, (30/10) malam, di Hotel Grand Kecubung. Menurut Michael Juanda, peresmian logo dan slogan resmi citra destinasi Tanjung Puting ini merupakan kegiatan resmi pertama yang dihadiri oleh Nurul Edy selama menjabat Plt Bupati Kobar.
"Seruyan masuk dalam destinasi Tanjung Puting karena secara administratif kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) memang berada di Kobar dan di Seruyan. Sementara untuk Lamandau, karena pengembangan wisata di kabupaten itu dilakukan dengan bekerja sama dengan kita (para pelaku wisata Kobar). ," kata Michael Juanda, Senin (31/10).
Branding destinasi Tanjung Puting ini merupakan salah satu program kerja FTKP Tanjung Puting hasil kerjasama dengan lembaga pengembangan destinasi wisata Swiss Contact dan pemerintah daerah. Dari 3 logo dan slogan yang disiapkan, The Ultimate Borneo itu dipilih karena dianggap dapat mewakili identitas wisata yang ada di Kobar, Lamandau dan Seruyan.
Logo citra destinasi Tanjung Puting itu di antaranya, orangutan sebagai ikon dari ekowisata TNTP yang juga satwa langka endemik pulau Kalimantan. Dalam logo tersebut orangutan terlihat memeluk pulau Kalimantan yang merupakan tanah tempat satwa tersebut hidup dari genarasi ke generasi.
Kemudian, di sisi kanan dan kiri gambar utama, terdapat dua perisai kaya warna dan motif khas Dayak melambangkan budaya setempat. Kemudian huruf A pertama dari tulisan Tanjung Puting, menggunakan gambar sketsa rumah khas Dayak dengan pola sayap burung Rangkong yang selalu menghiasi atap bangunan rumah penduduk.
Citra destinasi Tanjung Puting ini, merupakan salah satu program kerja FTKP. Yang pelaksanaanya dilakukan dengan difasilitasi Swisscontact, dan NcOde sebagai brand agency consultant. NcOde terpilih sebagai konsultan Branding Destinasi Tanjung Puting berdasarkan hasil seleksi dan kualifikasi yang dilakukan Swisscontact dan FTKP Tanjung Puting. (RD/*)








