BORNEONEWS, Palangka Raya - Bandar udara (Bandara) Tjilik Riwut Palangka Raya mendapat anggaran Rp150 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Anggaran pemerintah pusat itu, dikucurkan untuk melengkapi pembangunan yang sekarang terkonsentrasi untuk terminal utama.
"Rp150 miliar sudah ditambahkan untuk perbaiki itu. Kami tadi sudah tinjau lapangan, kami pastikan itu terminal selesai pada 2017 karena memang targetnya selesai tahun depan," terang Lasarus, Wakil Ketua Komisi V DPR RI yang juga ketua tim kunker Komisi V DPR RI ke Kalteng, di hadapan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dan jajarannya di Ballroom Swissbel Hotel, Senin (31/10/2016) malam.
Menurut Lasarus, anggaran sudah disiapkan di Kementerian Perhubungan, yang juga untuk perbaikan runway bandara yang dinilai kondisinya masih kurang bagus untuk kenyamanan penumpang pesawat.
Terkait kedatangannya ke Kalteng, politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, timnya melakukan kunjungan kerja dalam rangka libur reses masa persidangan I tahun sidang 2016-2017, untuk meninjau seluruh kegiatan APBN berkaitan dengan fungsi DPR sebagai lembaga pengawasan. Juga bertujuan mengetahui apa kendala di lapangan, apakah pelaksanaan kegiatan di daerah yang bersumber dari APBN menemui kendala atau tidak. Selain meninjau proyek bandara, juga meninjau terminal AKAP WA Gara, jalan nasional, dan dermaga LLSAD.
Cukup 10 tahun
Berdasarkan data yang dihimpunnya, jumlah penumpang berkisar sebanyak 1 juta pertahun. Dengan catatan itu, Lasarus juga menandaskan, desain dan luasan bandara baru yang mewah dan cantik tersebut nantinya cukup mampu menampung penumpang dengan jumlah tersebut untuk 10 tahun ke depan.
"Mudah-mudahan terminal cepat selesai, dan data kami peroleh ada 1 juta lebih perputaran penumpang pertahun. Terminal yang sekarang kurang memadai, tetapi dengan bandara baru, luasan terminal itu nanti 10 tahun masih mencukupi," terangnya. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








