TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kabupaten Barito Timur kembali bersiap menyambut salah satu agenda budaya terbesar tahun ini, Festival Budaya Nansarunai Jajaka 2025. Acara yang digelar Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) itu akan berlangsung selama empat hari, 27–30 Agustus 2025, di RTH Taman Nansarunai Tamiang Layang.

Festival tahunan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pelestarian tradisi sekaligus bagian dari perayaan HUT ke-23 Kabupaten Barito Timur dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Festival ini hanya akan menjadi pesta rakyat, melainkan bentuk nyata implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Melalui kegiatan ini, kita ingin menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi sekaligus mempererat persaudaraan antarmasyarakat,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Barito Timur, Bertha, di Tamiang Layang, Sabtu 16 Agustus 2025.

Rangkaian acara akan diawali pada 27 Agustus dengan technical meeting, uji panggung peserta pemilihan Raden Ninu dan Putiri Bunsu, karnaval budaya perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan se-Barito Timur, serta lomba fashion carnival.

Pada 28 Agustus, agenda berlanjut dengan lomba tari daerah, lomba Lawang Sakepeng, dan penampilan tarian khas. Selanjutnya, 29 Agustus akan diisi lomba logo, bakahing, menyipet, hingga malam puncak pemilihan Raden Ninu dan Putiri Bunsu.

Hari terakhir, 30 Agustus, dimeriahkan lomba masakan tradisional, menganyam uwei, lomba melukis ornamen khas, dan ditutup penampilan bintang tamu Daniel Nuhan sebelum seremoni penutupan festival.

Bertha menambahkan, festival ini akan diikuti perwakilan dari 10 kecamatan, perangkat daerah, instansi vertikal, serta BUMN dan BUMD di Barito Timur. 

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang kita menjaga keberagaman budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” tegasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)