BORNEONEWS, Nanga Bulik - Aksi pencurian kelapa sawit semakin meresahkan para petani di Kabupaten Lamandau. Kerugian yang dialami petani akibat aksi kejahatan ini diperkirakan mencapai jutaan rupiah, mengancam stabilitas ekonomi keluarga.
Menanggapi situasi tersebut, Polres Lamandau mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan keamanan di wilayah-wilayah yang rawan terjadinya pencurian sawit. Patroli rutin ditingkatkan, terutama pada malam hari dan dini hari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah kejahatan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Lamandau, AKP John Digul Manra, S.H., menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan maraknya aksi pencurian sawit ini. Ia menegaskan bahwa Polres Lamandau akan menindak tegas para pelaku pencurian sawit sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Kami tidak akan memberikan toleransi kepada para pelaku kejahatan. Siapapun yang terlibat dalam aksi pencurian sawit ini akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas AKP John Digul Manra. Senin, 18 Agustus 2025.
Selain meningkatkan patroli, Polres Lamandau juga mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika melihat atau mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan di sekitar perkebunan sawit.
Para petani sawit di Lamandau mengaku sangat resah dengan maraknya aksi pencurian sawit ini. Mereka berharap agar pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku pencurian dan memberikan rasa aman kepada mereka.
"Kami sangat berharap agar pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku pencurian ini, sehingga kami dapat merasa aman dan tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ujar seorang petani sawit yang enggan disebutkan namanya.
Dengan adanya kerjasama yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat, diharapkan aksi pencurian sawit di Kabupaten Lamandau dapat segera diatasi dan para petani dapat kembali merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas pertanian mereka.
Polres Lamandau juga mengimbau kepada para petani sawit untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti memasang lampu penerangan di sekitar kebun, membuat pagar, atau mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). (NATALIA KRISTIN/y)









