LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Para petani di Kabupaten Lamandau, sedang resah karena maraknya pencurian kelapa sawit. Dalam beberapa minggu terakhir, banyak petani yang melapor kehilangan sawit dari kebun mereka. Akibatnya, petani mengalami kerugian uang dan merasa tidak tenang.

Para petani mengeluhkan bahwa aksi pencurian sawit ini semakin berani dan terorganisir. Para pelaku tidak hanya menyasar kebun-kebun yang berada di lokasi terpencil, tetapi juga kebun-kebun yang berada di dekat permukiman warga. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari memanen sawit secara langsung hingga membawa kabur buah sawit yang sudah dipanen dan ditumpuk di pinggir jalan.

"Kami sudah sangat resah dengan kondisi ini. Hampir setiap minggu ada saja petani yang melapor kehilangan sawit. Padahal, hasil panen sawit ini adalah satu-satunya sumber pendapatan kami untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Sardi, seorang petani sawit di Desa Sumber Mulya.

Tidak hanya merugikan secara materi, aksi pencurian sawit ini juga menimbulkan trauma dan ketakutan bagi para petani. Mereka khawatir jika suatu saat para pelaku pencurian akan bertindak lebih nekat dan membahayakan keselamatan mereka.

Menanggapi maraknya aksi pencurian sawit ini, sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan petani telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari solusi terbaik. Mereka berharap agar pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan terjadinya pencurian sawit, serta menindak tegas para pelaku yang berhasil ditangkap.

"Kami berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengambil tindakan yang konkret untuk mengatasi masalah pencurian sawit ini. Kami siap membantu polisi dalam memberikan informasi dan menjaga keamanan di lingkungan kami," kata Herman, seorang tokoh masyarakat 

Sementara itu, Kapolsek Bulik, AKP Marzuki, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai maraknya aksi pencurian sawit di wilayahnya. Pihaknya berjanji akan meningkatkan patroli dan pengawasan, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan pelaku pencurian sawit ini.

"Kami akan menindak tegas para pelaku pencurian sawit sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada pihak kepolisian," tegas AKP Marzuki. Senin, 18 Agustus 2025.

Dengan adanya kerjasama yang baik antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan aksi pencurian sawit di Kabupaten Lamandau dapat segera diatasi dan para petani dapat kembali merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas pertanian mereka.

(NATALIA KRISTIN/y)