BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) tahun 2025 di Aula Bapperida Kapuas, Selasa, 19 Agustus 2025.
Pertemuan ini menjadi respons cepat atas hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 yang menunjukkan lonjakan signifikan prevalensi stunting di Kapuas, dari 16,2% pada tahun 2023 menjadi 22,5% di tahun 2024. Kenaikan angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kapuas, Usis I. Sangkai, ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk para kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan dari dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Usis I. Sangkai menekankan bahwa tujuan utama rakor ini adalah untuk mengevaluasi secara menyeluruh hasil SSGI 2024. Ia menyebutkan bahwa pertemuan ini menjadi momen penting untuk menilai sejauh mana keberhasilan intervensi yang telah dilaksanakan, memperkuat kebijakan berbasis data, serta menjadi landasan perencanaan program penurunan stunting yang berkelanjutan.
"Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan," tegas Usis.
Usai mendengarkan arahan dari Sekretaris Daerah, para peserta rakor berdiskusi untuk menyusun strategi yang lebih efektif dan terintegrasi. (SABRIANOOR/H)









