BORNEONEWS, Lamandau - Wakil Bupati Lamandau, H. Sugiyarto, mengimbau segenap lapisan masyarakat di Lamandau agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang dewasa ini, khususnya rencana demonstrasi besar-besaran, di Jakarta, Jumat (4/11/2016). Imbauan tersebut penting diperhatikan, mengingat informasi di berbagai media utamanya di media sosial (Medsos) semakin tak terbendung. Dan bahkan bolanya dinilai kian liar ke mana-mana.

"Menyikapi kondisi yang ada, saya harap masyarakat dapat tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi. Harus pula jeli dan cermat dalam menyikapi informasi yang diterima," kata Wakil Bupati Lamandau, Sugiyarto, di Nanga Bulik, Kamis (3/11/2016).

Wabup berharap isu yang berkembang itu tidak diterima masyarakat dengan sudut pandang keliru. Karena itu, ia berpesan agar masyarakat menyikapinya dengan biasa-biasa saja dan pikiran dingin. Caranya, dengan melihat isu yang berkembang itu dari sisi manfaat dan mudharatnya.

"Apakah jika kita ikut menyikapi isu yang berkembang itu akan memiliki dampak positif atau justru negatif, apakah banyak manfaatnya atau mudharatnya. Apakah akan berdampak lebih jernih atau justru memperkeruh. Jika mudharatnya lebih besar, tentu pilihan lebih baik untuk kita adalah tidak usah ikut-ikutan," katanya.

Pasalnya, sambung Wabup, isu yang berkembang saat ini di Jakarta ternyata sulit untuk bisa dicermati dari satu sudut pandang dan dengan cara jernih, dan justru ternyata sangat rentan sekali dipolitisir, apalagi dengan momentum politik seperti yang sedang berlangsung di Jakarta saat ini.

"Pesan saya, tidak usah ikut-ikutan, saat mendapat kiriman informasi di medsos misalnya, jangan lantas kita 'share' tanpa kita telaah terlbih dulu apakah akan membuat dingin suasana atau kian menambah gaduh, apalagi kita tidak betul-betul menguasai atau bukan ahlinya dalam membahas apa yang menjadi persoalan," tegasnya.

Dirinya juga mematikan bahwa kondisi Lamandau akan tetap seperti biasa, tenang, aman, damai, menjungjung tinggi kebhinekaan dan tidak akan ada aktivitas apapun selain aktivitas normal biasanya.

Diakuinya, hal itupun telah menjadi kesepakatan bersama semua pemangku kepentingan yang ada di Bumi Bahaum Bakuba Lamandau, yang senantiasa selalu terjaga. (HENDI NURFALAH/N).