BORNEONEWS, Nanga Bulik - Wakil Bupati Lamandau Sugiyarto mengimbau agar segenap lapisan masyarakat, khususnya di Lamandau, tidak terprovokasi isu-isu yang berkembang dewasa ini, khususnya perihal adanya rencana demonstrasi di Jakarta, oleh salah satu unsur masyarakat.

Imbauan tersebut dianggap cukup penting untuk diperhatikan, mengingat informasi di berbagai media, utamanya di media sosial (medsos) baik antara pihak yang setuju atau yang tidak sependapat sudah semakin tak terbendung. Dan bahkan bolanya dinilai kian liar ke mana-mana.

"Menyikapi kondisi yang ada, saya harap masyarakat dapat tetap tenang dan jangan mudah terprovokatif. Harus pula jeli dan cermat dalam menyikapi informasi yang diterima," kata Sugiyarto, Kamis (3/11/2016).

Wabup juga mengatakan, ia tidak berharap jika isu yang berkembang itu justru ditangkap dan diterima masyarakat dengan sudut pandang keliru.

Karenanya, kata dia, ia berpesan agar masyarakat menyikapinya dengan biasa saja dan dengan fikiran dingin. Caranya, dengan melihat isu yang berkembang itu dari sisi manfaat dan mudharatnya.

"Apakah jika kita ikut menyikapi isu yang berkembang itu akan memiliki dampak positif atau justru negatif, apakah banyak manfaatnya atau mudharatnya. Apakah akan berdampak lebih jernih atau justru memperkeruh. Jika mudharatnya lebih besar, tentu pilihan lebih baik untuk kita adalah tidak usah ikut-ikutan," katanya.

Pasalnya, sambung Wabup, isu yang berkembang saat ini di Jakarta ternyata sulit untuk bisa dicermati dari satu sudut pandang dan dengan cara jernih, dan justru ternyata sangat rentan sekali dipolitisir, apalagi dengan momentum politik seperti yang sedang berlangsung di Jakarta saat ini.

"Pesan saya, tidak usah ikut-ikutan, saat mendapat kiriman informasi di medsos misalnya, jangan lantas kita 'share' tanpa kita telaah terlbih dulu apakah akan membuat dingin suasana atau kian menambah gaduh, apalagi kita tidak betul-betul menguasai atau bukan ahlinya dalam membahas apa yang menjadi persoalan," tegasnya.

Ia juga mematikan bahwa kondisi Lamandau akan tetap seperti biasa, tenang, aman, damai, menjungjung tinggi kebhinekaan dan tidak akan ada aktivitas apapun selain aktivitas normal biasanya.

Ia mengakui, hal itupun telah menjadi kesepakatan bersama semua pemangku kepentingan yang ada di Bumi Bahaum Bakuba Lamandau, yang senantiasa selalu terjaga. (HENDI NURFALAH/m)